Segala puji milik Allah. Salawat dan salam
semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, para sahabat, dan para penerus
perjuangan mereka hingga kiamat tiba. Amma
ba’du.
Sahabat seakidah -semoga Allah memberkahi hidup
dan umur kita- sudah sangat akrab di telinga kita ayat-ayat yang menunjukkan
kemuliaan dan keagungan al-Qur’an. Bahwasanya ia menjadi petunjuk dan pembimbing
bagi umat manusia. Meski demikian, kaum beriman saja yang benar-benar bisa
memetik manfaat hakiki dengan membaca dan mengikuti ajaran-ajarannya. Dengan
cara itulah, mereka akan terselamatkan dari kesesatan di dunia dan kehancuran di
akhirat.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya,
Barangsiapa yang mengikuti petunjuk dari-Ku maka dia
tidak akan sesat dan tidak akan celaka (QS. Thaha:
123)
Imam al-Qurthubi rahimahullah menerangkan, bahwa yang
dimaksud dengan ‘petunjuk dari-Ku’ di dalam ayat di atas mencakup para rasul dan
kitab-kitab (lihat al-Jami’ li Ahkam
al-Qur’an [14/156], lihat juga keterangan serupa oleh
Imam Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masir fii ‘Ilmi
at-Tafsir, hal. 921). Di dalam tafsirnya, Imam Ibnu
Katsir rahimahullah
menjelaskan: Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu’anhuma- berkata, Artinya dia tidak akan sesat di dunia dan tidak celaka nanti di
akhirat (lihat Tafsir
al-Qur’an al-’Azhim [5/238] cet. Maktabah
Taufiqiyah)
Dalam tafsir al-Qurthubi, diriwayatkan bahwa
Ibnu ‘Abbas mengatakan, Allah menjamin bagi siapa pun
yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya bahwasanya
dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat. Lalu beliau pun membaca ayat tersebut (lihat al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an
[14/156]).
Sa’id bin Jubair rahimahullah meriwayatkan juga dari Ibnu
‘Abbas. Beliau mengatakan, Barangsiapa yang membaca
al-Qur’an dan mengikuti ajaran yang terkandung di dalamnya maka Allah akan
berikan petunjuk kepadanya di dunia sehingga selamat dari kesesatan dan kelak di
hari kiamat Allah akan menjaganya dari hisab yang buruk. (lihat Ma’alim at-Tanzil, hal. 829 oleh Imam al-Baghawi)
Lantas, apa yang dimaksud dengan ‘mengikuti
petunjuk’ tersebut? Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjabarkan,
bahwa di dalam kalimat tersebut tercakup beberapa poin pokok, yaitu :
1. Membenarkan berita yang Allah sampaikan
2. Tidak menentang berita/wahyu tersebut dengan berbagai
kerancuan/syubhat
3. Melaksanakan perintah Allah; yaitu dengan tidak menentang perintah
itu dengan kemauan hawa nafsu/syahwat (lihat al-Majmu’ah al-Kamilah [5/197])
Hal ini memberikan gambaran kepada kita, bahwa
sesungguhnya orang yang mengikuti petunjuk Allah atau mengikuti tuntunan
al-Qur’an adalah orang yang senantiasa membenarkan apa saja yang dikabarkan oleh
Allah dan Rasul-Nya, baik berkaitan dengan masa lalu atau masa depan. Demikian
pula dia akan menerima berita-berita tersebut tanpa menolak atau menyimpangkan
maksudnya. Selain itu, orang yang benar-benar mengikuti petunjuk Allah akan
menundukkan hawa nafsunya kepada syari’at Allah. Sebab, dia menyadari bahwa
segala yang diperintahkan Allah (syari’at-Nya) adalah mendatangkan kebaikan dan
keselamatan bagi dirinya dan bahkan seluruh umat manusia.
Ingin hidup bahagia? Mari bersama-sama kita
pelajari al-Qur’an dan terus berupaya untuk menerapkan ajaran-ajarannya dalam
kehidupan kita sehari-hari. Selamat berjuang!
pemudamuslim.com
0 komentar